AKUISISI DATA SEISMIK PDF

Gokree Shooting and stack tables for spreads 1 and 2 forward then reverse shooting. If it comes out, re-plant it seismi a better place. Methodology tha t used in this research by analysis crossover 2D seismic acquisition line which made as 3D seismic configuration which consist of inline and xline by dynamic analysis. Geometry and CMP Sorting 7.

Author:Menris Vurisar
Country:Romania
Language:English (Spanish)
Genre:Science
Published (Last):11 August 2016
Pages:28
PDF File Size:19.88 Mb
ePub File Size:12.4 Mb
ISBN:807-7-11168-959-7
Downloads:32474
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Nikokus



Ciri-ciri jebakan hidrokarbon sebagai target? Permasalahan noise yang khusus? Permasalahan logistik tim? Kemungkinan adanya suatu proses khusus yang diperlukan? Dari permasalahan tersebut, jawabannya akan menentukan nilai dari parameter-parameter yang akan digunakan. Terdapat 15 parameter utama lapangan yang akan mempengaruhi kualitas data, yang juga perlu dipertimbangkan secara teknis dan ekonomis, yaitu : 1.

Offset Terdekat Near Offset ; jarak antara sumber seismik dengan sensor penerima terdekat, didasarkan pada pertimbangan kedalaman sasaran paling dangkal. Ukuran sumber seismik menyatakan ukuran energi yang dilepaskan oleh sumber seismik, yang disesuaikan dengan kedalaman target dan kualitas data yang baik yang dapat dipertahankan.

Kedalaman Sumber Charge Depth ; sumber seismik sebaiknya ditempatkan di bawah lapisan lapuk, sehingga energi sumber seismik dapat ditransfer secara optimal ke dalam sistem pelapisan medium di bawahnya. Kelipatan Cakupan Fold Coverage ; merupakan jumlah suatu titik di bawah permukaan yang terekam oleh perekam di permukaan. Semakin besar kelipatannya, maka kualitas data akan semakin baik. Laju pencuplikan Sampling Rate ; laju pencuplikan akan menentukan batas frekuensi maksimum seismik yang masih dapat direkam dan direkontruksi dengan baik sebagai data, dimana frekuensi yang lebih besar dari batas akan menimbulkan aliasing.

Frekuensi Perekam; merupakan karakteristik instrumen perekam dalam merespon suatu gelombang seismik. Panjang Perekaman Record Length ; merupakan lamanya waktu perekaman gelombang seismik yang ditentukan oleh kedalaman sasaran. Larikan Bentang Penerima Receiver Array ; bentang penerima menentukan informasi kedalaman rambatan gelombang seismik, nilai kelipatan cakupan, dan alternatif skenario peledakan sumber seismik, seperti ketika lintasan melalui sungai yang lebar.

Arah Lintasan; ditentukan berdasarkan informasi studi pendahuluan terhadap target. Spasi Antar Lintasan; jarak antar satu lintasan ke terhadap lintasan yang lain. Gelombang ini dapat mengalami pemantulan oleh perlapisan batuan yang memiliki perbedaan densitas dan kecepatan dalam merambatkan gelombang, dan kemudian terekam sebagai fungsi waktu.

Untuk survey seismik darat, alat ini berupa geophone, dan untuk survey seismik laut berupa hydrophone. Fenomena pemantulan gelombang seismik. Sensor geophone umumnya berjenis moving coil, yang bekerja atas prinsip fisika Hukum Lenz, yang berupa kumparan kawat yang bergerak di dalam medan magnet.

Sedangkan hydrophone, sensornya berupa kristal piezo elektrik yang peka terhadap perubahan tekanan. Sensor geophone. Multi Channel Digital Seismic Recorder Sistem perekaman data lapangan terdiri dari satu sumber seismik dan banyak penerima, dimana gelombang-gelombang seismik terpantul refleksi tiba ke permukaan hampir bersamaan.

Kondisi tersebut mengakibatkan perekaman dilakukan secara simultan, dengan suatu instrumen multiplexer. Multiplexer berfungsi sebagai pencuplik amplitudo gelombang, yang dengan mekanismenya berputar sangat cepat, mencuplik gelombang 1 dari penerima 1 ke 2, 3, dst, mencuplik gelombang 2 dari penerima 1,2,3, dst. Hal ini pun akan menjadi permasalahan tersendiri, yang dalam tahapan Pengolahan Data Seismik dilakukan proses demultiplexing untuk mengatasinya.

Mekanisme instrumen perekaman data seismik. Melalui alat ini juga dilakukan pengaturan laju pencuplikan sampling rate , sehingga data yang terekam terhindar dari gejala aliasing. Amplifier Gelombang Seismik Banyak faktor yang mempengaruhi perambatan gelombang seismik melalui medium bumi, sehingga mengakibatkan adanya pelemahan amplitudo yang akan menjadi sulit untuk direkam seiring bertambahnya waktu.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dipergunakan instrumen penguat elektronik amplifier yang nilai penguatannya gain dapat diatur sesuai dengan bertambahnya waktu. Formater; instrumen pemformat ini berfungsi untuk mengatur penempatan data di dalam pita magnetik.

Berbagai macam noise tersebut dapat berupa : 1. Noise koheren; noise ini dapat diidentifikasi dalam bentuk pola-pola khusus gelombang yang terekam. Beberapa contoh noise yang koheren antara lain : Ground Roll, terdapat di data seismik darat yang dicirikan dengan amplitudo yang kuat dan frekuensi yang rendah.

Multiple, umumnya terdapat pada data seismik laut dalam bentuk kenampakan refleksi sekunder akibat gelombang yang terperangkap. Gelombang langsung direct wave , dicirikan dengan frekuensi yang cukup tinggi dan dengan waktu datang arrival time lebih awal. Noise tidak koheren; muncul pada rekaman data seismik dengan pola yang acak. Sedangkan berdasarkan sumbernya, noise dapat dikategorikan sebagai berikut : 1.

Recording; noise yang muncul karena adanya masalah pada perlengkapan, seperti bad geophones, bad cables, noise bursts, electronic hum, spikes, dan gangguan pada amplifier. Sumber noise seismik kiri , dan noise dalam rekaman data seismik kanan. Sekilas berbagai macam instrumen sumber seismik buatan.

CIMAROSA IL MATRIMONIO SEGRETO PDF

Seismik Refleksi

Migration 3. Format data terdiri dari header dan amplitudo. Header berisi informasi mengenai survei, project dan parameter yang digunakan dan informasi mengenai data itu sendiri Sanny, Dalam perekaman tersebut dilakukan penyimapanan data dalam bentuk multiplexed time sequential dengan hasil perekaman mengandung sample pertama dari trace trace 1, sample 1, dn seterusnya. Sehingga dalam pengolahan data seismik dilakukan demultiplexing dengan mengubah dari time sequential ke trace sequential atau dalam mengatur kembali urutan sampel tersebut berdasarkan kelomok tracenya, dalam format ini juga dari satu trace memiliki satu blok yang dapat diatur ke diskrit dataset data seismik pada pita magnetik dari lapangan ditulis menurut kelompok sampel, bukan menurut kelompok kanal atau trace seperti pada gambar 9 yang telah terdemultiplex Reynolds,

LOS SONAMBULOS ARTHUR KOESTLER PDF

Pengolahan Data Seismik Refleksi (Seismic Processing)

Satu group geophone ini memberikan satu sinyal atau trace yang merupakan stack atau superposisi dari beberapa geophone yang ada dalam kelompok tersebut. Sususnan geophone didalam kelompok ini tertenu untuk meredam noise. Akan tetapi pada kenyataannya, besarnya sampling rate dalam perekaman sangat bergantung pada kemampuan instrumentasi perekamannya itu sendiri, dan biasanya sudah ditentukan oleh pabrik pembuat instrument tersebut. Penentuan sampling rate ini akan memberikan batas frekuensi tertinggi yang terekam akibat adanya aliasing. Frekuensi aliasing ini akan terjadi jika frekuensi yang terekam itu lebih besar dari frekuensi nyquistnya. Pemilihan high cut filter dapat kita tentukan atas dasar sampling rate yang kita gunakan.

BASIC ENVIRONMENTAL HEALTH YASSI PDF

Pengolahan Data Seismik

Notch Filter Berbagai jenis filter frekuensi 1D. Filter F-K 2D ; filter yang digunakan untuk meredam noise frekuensi tertentu yang sama dengan frekuensi sinyal data namun dengan bilangan gelombang yang berbeda. Dekonvolusi Gelombang seismik yang merambat dari sumber seismik melalui medium akan mengalami konvolusi hingga terekam oleh geophone. Oleh karena itu, medium bumi memiliki sifat filtering terhadap energi gelombang seismik, sehingga mengakibatkan wavelet seismik dari sumber seismik yang semula tajam dan memiliki amplitudo tinggi dalam fungsi waktu menjadi lebih lebar, dengan amplitudo yang berkurang. Dekonvolusi merupakan tahapan untuk melakukan koreksi terhadap efek filter bumi tersebut sehingga diperoleh hasil dimana wavelet yang terekam dapat dikembalikan menjadi tajam dan dengan amplitudo yang tinggi. Model konsep konvolusi. Oleh karena efek tersebut, maka untuk satu titik CMP atau CDP akan terekam oleh sejumlah penerima sebagai garis lengkung hiperbola.

Related Articles