ASKEP GEA PDF

Badan terasa lemah E. Beberapa mikroorganisme patogen ini menyebabkan infeksi pada sel-sel, memproduksi enterotoksin atau Cytotoksin dimana merusak sel-sel, atau melekat pada dinding usus pada gastroenteritis akut. Penularan gastroenteritis bisa melalui fekal-oral dari satu klien ke klien yang lainnya. Beberapa kasus ditemui penyebaran patogen dikarenakan makanan dan minuman yang terkontaminasi. Mekanisme dasar penyebab timbulnya diare adalah gangguan osmotik makanan yang tidak dapat diserap akan menyebabkan tekanan osmotik dalam rongga usus meningkat sehingga terjadi pergeseran air dan elektrolit kedalam rongga usus, isi rongga usus berlebihan sehingga timbul diare.

Author:Mauzragore Brabei
Country:Czech Republic
Language:English (Spanish)
Genre:Sex
Published (Last):5 May 2006
Pages:313
PDF File Size:5.73 Mb
ePub File Size:15.49 Mb
ISBN:269-1-60716-269-3
Downloads:75006
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Grodal



Latar Belakang Klien yang di rawat di rumah sakit umumnya dengan masalah fisik juga mengalami psikososial seperti berdiam diri, merasa kecewa, malu dan merasa tida berguna di sertai keraguan-keraguan dan kepecayaan diriyang kurang.

Pemeriksaan penunjang yang di lakukan pada klien laboraturium, CT,Scan dan tindakan suntikan, infus, observasi rutin sering membuat pasien sebagai objek, keluarga juga sering merasakan kekhawatira untuk membicarakan keaadaan klien. Klien dan keluarga sering tidak di ajak komunikasi, kurang di beri informasi yang dapat mengakibatkan perasaan sedih, takut, marah, tidak berdaya karena informasinya tidak jelas disertai ketidakpastian. Keadaan klien dan keluarga ini dapat di atasi dengan cara peningkatan kualitas asuhan pelayanan keperawatan.

Salah satu aspek yang dapat dilakukan adalah asuhan keperawatan psikososial khususnya perawatan konsep diri klien dengan memberdayakan kelurga dan sistem pendukung klien.

Tujuan Penulisan Dalam penulisan makalah ini bertujuan : 1. Untuk memenuhi sejauh mana perawat membuat asuhan keperawatan. Untuk menambah penggetahuan bagi perawat, khususnya tentang pedoman perawat dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien dengan penyakit DIARE.

Memberikan alternatif pemecahan masalah yang mungkin berguna dan dapat di terima dalam pemberian Asuhan Keperawatan. Metode Penulisan Penulisan makalah ini menggunakan deskriptif yaitu pengumpulan data, menganalisa data, serta menarik kesimpulan, ada pun teknik penyusunan makalah ini antara lain : studi perpustakaan, observasi, dan catatan keperawataan.

Suraatmaja dan P. O Asdil , diare adalah defekasi encer lebih dari 3 kali sehari dengan atau tanpa darah atau lendir dalam tinja. Sedangkan menurut C. A Sowden diare merupakan suatu keadaan terjadinya inflamasi mukosa lambung atau usus.

S, Suraatmaja dan P. O Asnil , ditinjau dari sudut patofisiologi, penyebab diare akut dapat dibagi dalam dua golongan yaitu: 1. Diare sekresi secretory diarrhoe , disebabkan oleh: a Infeksi virus, kuman-kuman patogen dan apatogen seperti shigella, salmonela, E.

Coli, golongan vibrio, B. Cereus, clostridium perfarings, stapylococus aureus, comperastaltik usus halus yang disebabkan bahan-bahan kimia makanan misalnya keracunan makanan, makanan yang pedas, terlalau asam , gangguan psikis ketakutan, gugup , gangguan saraf, hawa dingin, alergi dan sebagainya.

Diare osmotik osmotik diarrhoea disebabkan oleh: a malabsorpsi makanan: karbohidrat, lemak LCT , protein, vitamin dan mineral. Sedangkan menurut Ngastiyah , penyebab diare dapat dibagi dalam beberapa faktor yaitu: 1. Faktor infeksi a Infeksi enteral Merupakan penyebab utama diare pada anak, yang meliputi: infeksi bakteri, infeksi virus enteovirus, polimyelitis, virus echo coxsackie.

Adeno virus, rota virus, astrovirus, dll dan infeksi parasit : cacing ascaris, trichuris, oxyuris, strongxloides protozoa entamoeba histolytica, giardia lamblia, trichomonas homunis jamur canida albicous. Keadaan ini terutama terdapat pada bayi dan anak berumur dibawah dua 2 tahun.

Faktor malaborsi Malaborsi karbohidrat, lemak dan protein. Faktor makanan 4. Faktor psikologis C. PATOFISIOLOGI Mekanisme dasar yang menyebabkan diare ialah yang pertama gangguan osmotik, akibat terdapatnya makanan atau zat yang tidak dapat diserap akan menyebabkan tekanan osmotik dalam rongga usus meninggi, sehingga terjadi pergeseran air dan elektrolit kedalam rongga usus, isi rongga usus yang berlebihan ini akan merangsang usus untuk mengeluarkannya sehingga timbul diare.

Kedua akibat rangsangan tertentu misalnya toksin pada dinding usus akan terjadi peningkatan sekali air dan elektrolit ke dalam rongga usus dan selanjutnya diare timbul karena terdapat peningkatan isi rongga usus. Ketiga gangguan motalitas usus, terjadinya hiperperistaltik akan mengakibatkan berkurangnya kesempatan usus untuk menyerap makanan sehingga timbul diare sebaliknya bila peristaltik usus menurun akan mengakibatkan bakteri timbul berlebihan yang selanjutnya dapat menimbulkan diare pula.

Selain itu diare juga dapat terjadi, akibat masuknya mikroorganisme hidup ke dalam usus setelah berhasil melewati rintangan asam lambung, mikroorganisme tersebut berkembang biak, kemudian mengeluarkan toksin dan akibat toksin tersebut terjadi hipersekresi yang selanjutnya akan menimbulkan diare.

Sedangkan akibat dari diare akan terjadi beberapa hal sebagai berikut: 1. Kehilangan air dehidrasi Dehidrasi terjadi karena kehilangan air output lebih banyak dari pemasukan input , merupakan penyebab terjadinya kematian pada diare. Gangguan keseimbangan asam basa metabik asidosis Hal ini terjadi karena kehilangan Na-bicarbonat bersama tinja. Metabolisme lemak tidak sempurna sehingga benda kotor tertimbun dalam tubuh, terjadinya penimbunan asam laktat karena adanya anorexia jaringan.

Gangguan sirkulasi Sebagai akibat diare dapat terjadi renjatan shock hipovolemik, akibatnya perfusi jaringan berkurang dan terjadi hipoksia, asidosis bertambah berat, dapat mengakibatkan perdarahan otak, kesadaran menurun dan bila tidak segera diatasi klien akan meninggal. Mula-mula anak menjadi cengeng, gelisah, suhu badan menggigil, nafsu makan berkurang bahkan tidak ada, tinja menjadi cair bahkan mengandung darah dan lendir, berat badan turun tungur kulit berkurang 2. Muntah dapat terjadi sebelum dan sesudah diare 3.

Bila sudag banyak kehilangan cairan dan elitrolit maka akan terjadi dehidrasi E.

SAMUDRIKA LAKSHANAM TAMIL PDF

Asuhan Keperawatan GEA (Gastro Enteritis Akut) Ny.A

Pengertian Gastroenteritis GE adalah peradangan yang terjadi pada lambung dan usus yang memberikan gejala diare dengan atau tanpa disertai muntah Sowden, et all, Gastroenteritis adalah defekasi encer lebih dari 3x sehari dengan atau tanpa darah dan lendir dalam tinja, terjadi secara mendadak dan berlangsung kurang dari 7 hari pada bayi dan anak yang sebelumnya sehat Mansjoer Arif, Ngastiyah, Menurut perjalanan penyakit jenis diare antara lain : 1. Berkepanjangan : antara 7 — 14 hari 3.

CARMEN BRUMA SLIM PDF

Rasional : Indikator cairan dan status nutrisi. Rasional : Kolon diistirahatkan untuk penyembuhan dan untuk menurunkan kehilangan cairan usus. Rasional : Kehilangan cairan usus berlebih dapat menimbulkan ketidakseimbangan elektrolit, misal: kalium yang perlu untuk fungsi tulang dan jantung. Catatan: cairan mengandung natrium dapat dibatasi pada adanya enteritis regional. Awasi hasil laboratorium, contoh: elektrolit khususnya kalium, magnesium dan keseimbangan asam-basa Rasional : Menentukan kebutuhan penggantian dan keefektifan terapy Berikan obat sesuai indikasi: Anti diare Rasional : Menurunkan kehilangan cairan dari usus.

BEYONDERS A WORLD WITHOUT HEROES PDF

Badan terasa lemah E. Beberapa mikroorganisme patogen ini menyebabkan infeksi pada sel-sel, memproduksi enterotoksin atau Cytotoksin dimana merusak sel-sel, atau melekat pada dinding usus pada gastroenteritis akut. Penularan gastroenteritis bisa melalui fekal-oral dari satu klien ke klien yang lainnya. Beberapa kasus ditemui penyebaran patogen dikarenakan makanan dan minuman yang terkontaminasi. Mekanisme dasar penyebab timbulnya diare adalah gangguan osmotik makanan yang tidak dapat diserap akan menyebabkan tekanan osmotik dalam rongga usus meningkat sehingga terjadi pergeseran air dan elektrolit kedalam rongga usus, isi rongga usus berlebihan sehingga timbul diare. Selain itu menimbulkan gangguan sekresi akibat toksin di dinding usus, sehingga sekresi air dan elektrolit meningkat kemudian terjadi diare.

Related Articles