JURNAL TENTANG AMPHIBI PDF

Mata dan matanya mempunyai selaput tambahan yang disebut membrana niktitans yang sangat berfungsi waktu menyelam Berkembang biak dengan cara melepaskan telurnya dan dibuahi oleh yang jantan di luar tubuh induknya pembuahan eksternal Jantung terdiri dari tiga ruangan yaitu dua serambi dan satu bilik Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Hewan Ovovivipar Sistem Pencernaan Hewan Amfibi Alat pencernaan makanan diawali oleh cavum oris dan di akhiri oleh anus. Pada beberapa bagian dari trackus digestoria mempunyai struktur dan ukuran yang berbeda. Mangsa yang berupa hewan kecil yang ditangkap untuk dimakan akan dibasahi oleh air liur. Katak tidak begitu banyak mempunyai kelenjar ludah. Dari cavum oris makanan akan melalui pharynx, oesophagus yang menghasilkan sekresi alkalis dan mendorong makanan masuk ke dalam vetriculus yang berfungsi sebagai gudang pencernaan.

Author:Faunris Maramar
Country:United Arab Emirates
Language:English (Spanish)
Genre:Travel
Published (Last):21 January 2005
Pages:97
PDF File Size:17.30 Mb
ePub File Size:1.74 Mb
ISBN:299-3-36197-306-3
Downloads:16684
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Shakami



Dalam praktikum ini dilakukan pengukuran parameter anggota tubuh Amphibia. Dalam praktikum ini dipergunakan anggota dari ordo Anura diantaranya, Bufo melanostictus, Fejerverya cancrivora, Rana erithraea. Dalam praktikum ini juga dilakukan penimbangan berat sampel dan indifikasi. Selain itu pengukuran terhadap sampel yang dilakukan harus tepat. Dari hasil praktikum didapatkan hasil klasifikasi dan morfologi dari anggota ordo Anura dengan baik.

Amphibia bertelur di air atau menyimpan telur di tempat lembab dan basah. Ketika menetes, larvanya dikatakan berudu yang hidup di air atau ditempat basah tersebut dan bernafas dengn insang. Setelah beberapa lama berudu kemudian berubah bentuk menjadi katak dewasa yang umumnya hidup di darat atau ditempat yang lebih kering dan bernafas dengan paru-paru Djuanda, Amphibia adalah vertebrata yang secara tipikal dapat hidup baik dalam air tawar dan di darat.

Sebagian besar mengalami metamofosis dari berudu aquatis dan bernapas dengan insang ke dewasa amphibius dan bernapas dengan paru-paru , namun beberapa jenis amphibius tetap memilki insang selama hidupnya. Jenis-jenis sekarang tidak memiliki sisik luar, kulit biasanya tipis dan basah Djarubito, Amphibia merupakan hewan dengan kelembaban kulit yang tinggi, tidak tertutupi oleh rambut dan mampu hidup di air naupun di darat.

Karena itu amphibia diartikan sebagai hewan yang mempunyai dua bentuk kehidupan yaitu didarat dan di air Anonim, Amfibi merupakan hewan berdarah dingin yang tidak bisa mengatur suhu tubuhnya sendiri. Amfibi bertelur di tembat lembab atau berair. Habitat amfibi diantaranya yaitu hutan, kolam, sawah dan danau.

Rata-rata amfibi mempunyai kulit basah dan lembut agar oksigen dapat dengan mudah masuk menembus kulit. Sebagian besar amfibi dewasa bernafas menggunakan kulit dan juga melalui paru-paru. Kelembaban kulit amfibi dijaga oleh kelenjar khusus dibawah kulitnya.

Banyak amfibi menjaga kelembaban kulitnya dengan selalu berada di dekat air. Sebagian besar amfibi lahir dan tumbuh di air tawar kemudian setelah dewasa berpindah ke daratan kering dan kembali ke air untuk berkembang biak. Sebagian besar amfibi menelurkan telur yang lembut. CIRI-CIRI KELAS AMPHIBIA Amphibia mempunyai ciri-ciri yaitu tubuh diselubungi kulit yang berlendir, merupakan hewan berdarah dingin poikilotem , mempunyai jantung yang terdiri dari tiga ruang yaitu dua serambi dan satu bilik, mempunyai dua pasang kaki dan pada setiap kakinya terdapat selaput renang yang terdapat diantara jari-jari kakinya dan kakinya berfungsi untuk melompat dan berenang, matanya mempunyai selaput tambahan yang diebut membrane niktilans yang sangat berfungsi waktu menyelam.

Pernapasan saat masih kecebong berupa insang dan setelah dewasa alat pernapasannya berupa paru-paru dan kulit, hidingnya mempunyai katup yang mencegah air yang masuk kedalam rongga mulut ketika berenang, dan berkembang biak dengan cara melepaskan telurnya dan dibuahi oleh yang jantang diluar tubuh induknya atau pembuahan eksternal Djuanda, Tubuh amphibia khususnya katak terdiri dari kepala, badan, dan leher yang belum tampak jelas.

Sebagian kulit, kecuali pada tempat-tempat tertentu terlepas dari otot yang ada dalamnya, sehingga bagian dalam tubuhnya berupa rongga-rongga yang berisi cairan limpa subkutan Djuanda, Kedua fase strukturnya menunjukkan bahwa amphibi merupakan kelompok chordata yang pertama kali keluar dari kehidupan air Radiopoetro, Pada fase berudu amphibi hidup di perairan dan bernafas dengan insang.

Pada fase ini berudu bergerak menggunakan ekor. Pada fase dewasa hidup di darat dan bernafas dengan paru-paru. Pada fase dewasa ini amphibi bergerak dengan kaki. Perubahan cara bernafas yang seiring dengan peralihan kehidupan dari perairan ke daratan menyebabkan hilangnya insang dan rangka insang lama kelamaan menghilang.

Pada anura, tidak ditemukan leher sebagai mekanisme adaptasi terhadap hidup di dalam liang dan bergerak dengan cara melompat. Brotowidjoyo, Amphibia memiliki kelopak mata dan kelenjar air mata yang berkembang baik. Sistem syaraf mengalami modifikasi seiring dengan perubahan fase hidup. Pada cerebellum konvulasi hampir tidak berkembang.

Pada fase dewasa mulai terbentuk kelenjar ludah yang menghasilkan bahan pelembab atau perekat. Walaupun demikian, tidak semua amphibi melalui siklus hidup dari kehidupan perairan ke daratan. Pada beberapa amphibi, misalnya anggota Plethodontidae, tetap tinggal dalam perairan dan tidak menjadi dewasa. Selama hidup tetap dalam fase berudu, bernafas dengan insang dan berkembang biak secara neotoni. Ada beberapa jenis amphibi lain yang sebagian hidupnya berada di daratan, tetapi pada waktu tertentu kembali ke air untuk berkembang biak.

Tapi ada juga beberapa jenis yang hanya hidup di darat selama hidupnya. Pada kelompok ini tidak terdapat stadium larva dalam air. Anonymous 1, Amphibi hidup dengan dua habitat yaitu di habitat darat dan habitat air. Termasuk hewan poikoloterm berdarah dingin. Pembagian tubuh terdiri atas kepala dan badan atau kepala, badan, dan ekor. Kulit lembap berlendir, terdiri dari dermis dan epidermis. Warna kulit bermacam-macam karena adanya pigmen di dalam dermis biru, hijau, hitam, coklat, merah, dan kuning tepat dibawah epidermis.

Mempunyai dua lubang hidung yang berhubungan dengan rongga mulut. Penghubung antara rongga hidung dan rongga mulut disebut koane, di kanan kiri tulang vomer yang berbentuk V, penghubung antara rongga mulut dengan rongga telinga disebut Eustachius. Endokskeleton mempunyai kolumna vertebralis ruas tulang belakang. Terdapat sepasang rahang, gigi, lidah, dan langit-langit Abed, Jenis ini memiliki tubuh yang panjang, memiliki anggota gerak. Salamander yang tidak mempunyai paru-paru maka bernafas menggunakan kulit dan lapisan mulut.

Tubuhnya terbagi antara kepala, tubuh dan ekor. Pada bagaian kepala terdapat mata yang kecil. Jadi salamander ini tidak pernah berkembang melebihi tahap larva. Habitat dari salamander adalah di dekat sungai, sungai ataupun kolam. Umumnya salamander memakan serangga. Amfibi Ordo Anura Anura merupakan amfibi yang tidak berekor pada saat dewasa. Namun pada siklus hidupnya, ordo Anura atau yang lebih dikenal dengan katak ini memiliki ekor saat pada fase berudu. Ordo ini sering dijumpai dengan tubuhnya seperti sedang jongkok.

Kulitnya cenderung basah karena memiliki kelenjar lendir dibawah kulitnya. Ciri yang paling mencolok adalah tekstur kulitnya, dimana kulit katak lebih halus dari kodok juga bentuk tubuh katak yang lebih ramping dari pada kodok. Kodok dan katak menggunakan kaki belakangnya untuk melompat.

Pada pertengahan lompatan, kaki belakang kodok teregang sepenuhnya, kaki depannya ditahan kebelakang, dan kedua matanya tertutup untuk perlindungan. Ketika mendarat, tubuhnya melengkung dan kaki depannya bertindak sebagai rem. Kodok termasuk ordo anura yang memiliki perbedaan dengan katak dari bentuk tubuhnya yang lebih ramping dan kakinya yang lebih panjang. Kodok dan katak menggunakan kaki belakang untuk melompat.

Habitat dalam siklus hidupnya. Habitat kodok dan katak adalah di sungai, kolam, sawah ataupun hutan tropis. Makanan katak dan kodok adalah serangga.

Tubuh menyerupai cacing, bersegmen, dan ekor mereduksi. Hewan ini mempunyai mata tertutup oleh kulit. Kelompok ini menunjukkan 2 bentuk dalam daur hidupnya. Pada fase larva hidup dalam air dan bernafas dengan insang. Pada fase dewasa insang mengalami reduksi, dan biasanya ditemukan di dalam tanah atau di lingkungan akuatik.

Makanan dari adalah serangga dan cacing. Adapun alat yang digunakan yaitu penggaris, bak parifin dan alat tulis. Kemudian juga dicatat deskripsi tubuhnya.

PEDANG DAN KITAB SUCI PDF

Pengertian Jenis Dan Ciri-Ciri Amfibi Dalam Ilmu Biologi

Adapun ciri-ciri umum anggota amphibia adalah sebagai berikut: Memilliki anggota gerak yang secara anamotis pentadactylus, kecuali pada apod yang anggota geraknya terduksi. Tidak memiliki kuku dan cakar, tetapi ada beberapa anggota amphibia yang pada ujung jarinya mengalami penandukan membentuk kuku dan cakar, contoh Xenopus sp Kulit memiliki dua kelenjar yaitu kelenjar mukosa dan atau kelenjar berbintil biasanya beracun. Pernafasan dengan insang, kulit, paru-paru. Mempunyai sistem pendengaran, yaitu berupa saluran auditory dan dikenal dengan tympanum. Jantung terdiri dari tiga lobi 1 ventrikel dan 2 atrium Mempunyai struktur gigi, yaitu gigi maxilla dan gigi palatum.

BRIHASPATI KAVACHAM PDF

Pengertian dan Ciri Amfibi beserta Sistem Organ

Dalam praktikum ini dilakukan pengukuran parameter anggota tubuh Amphibia. Dalam praktikum ini dipergunakan anggota dari ordo Anura diantaranya, Bufo melanostictus, Fejerverya cancrivora, Rana erithraea. Dalam praktikum ini juga dilakukan penimbangan berat sampel dan indifikasi. Selain itu pengukuran terhadap sampel yang dilakukan harus tepat. Dari hasil praktikum didapatkan hasil klasifikasi dan morfologi dari anggota ordo Anura dengan baik. Amphibia bertelur di air atau menyimpan telur di tempat lembab dan basah. Ketika menetes, larvanya dikatakan berudu yang hidup di air atau ditempat basah tersebut dan bernafas dengn insang.

C TEMPLATES JOSUTTIS PDF

JURNAL TENTANG AMPHIBI PDF

Reproduksi dengan oviparous. Larva berenang bebas di air dengan tiga pasang insang yang bercabang yang segera hilang walaupun membutuhkan waktu yang lama di air sebelum metamorphosis. Sama sekali tidak mempunyai kaki, sehingga jenis kecil mirip cacing dan yang besar sepanjang 1,5 m mirip ular. Ekornya pendek atau tidak ada, dan kloakanya dekat ujung badan. Kulitnya lembut dan berwarna gelap tidak mengkilap, namun beberapa jenis berwarna-warni.

Related Articles