KITAB SUTASOMA PDF

Kemudian timbul lah pertanyaan-pertanyaan, sebenarnya apa isi dari kitab Sutasoma ini? Apakah diantara teman-teman sudah ada yang mengetahuinya? Yuk, langsung saja kita simak ringkasan tersebut. Ringkasan Kitab Sutasoma ruanasagita. Putra sang raja ini bernama Sutasoma. Sutasoma putra sang raja ini begitu sangat rajin beribadah, cinta sekali dengan agama Buddha Karena tidak suka ketika akan dinikahkan dan diangkat menjadi raja, maka ketika itu pada suatu malam Sutasoma ini melarikan diri atau kabur dari kawasan negara Hastina.

Author:Arashizil Banris
Country:Grenada
Language:English (Spanish)
Genre:History
Published (Last):10 October 2010
Pages:376
PDF File Size:2.41 Mb
ePub File Size:5.96 Mb
ISBN:736-5-35230-849-7
Downloads:80937
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Vulkree



Ikhtisar isi[ sunting sunting sumber ] Hiasan emas dari masa Majapahit yang menggambarkan Sutasoma digendong Kalmasapada Calon Buddha Bodhisattva dilahirkan kembali sebagai Sutasoma, putra Raja Hastinapura , prabu Mahaketu. Setelah dewasa Sutasoma sangat rajin beribadah, cinta akan agama Buddha. Ia tidak senang akan dinikahkan dan dinobatkan menjadi raja.

Maka pada suatu malam, sang Sutasoma melarikan diri dari negara Hastina. Maka setelah kepergian sang pangeran diketahui, timbullah huru-hara di istana, sang raja beserta sang permaisuri sangat sedih, lalu dihibur oleh orang banyak. Setibanya di hutan, sang pangeran ber sembahyang dalam sebuah kuil. Maka datanglah dewi Widyukarali yang bersabda bahwa sembahyang sang pangeran telah diterima dan dikabulkan. Kemudian sang pangeran mendaki pegunungan Himalaya diantarkan oleh beberapa orang pendeta.

Sesampainya di sebuah pertapaan, maka sang pangeran mendengarkan riwayat cerita seorang raja, reinkarnasi seorang raksasa yang senang makan manusia. Alkisah adalah seorang raja bernama Purusada atau Kalmasapada. Syahdan pada suatu waktu daging persediaan santapan sang prabu, hilang habis dimakan anjing dan babi. Lalu si juru masak bingung dan tergesa-gesa mencari daging pengganti, tetapi tidak dapat. Lalu ia pergi ke sebuah pe kuburan dan memotong paha seorang mayat dan menyajikannya kepada sang raja.

Sang raja sungguh senang karena merasa sangat sedap masakannya, karena dia memang reinkarnasi raksasa. Kemudian dia bertanya kepada sang juru masak, tadi daging apa. Karena si juru masak diancam, maka iapun mengaku bahwa tadi itu adalah daging manusia. Semenjak saat itu diapun gemar makan daging manusia. Rakyatnyapun sudah habis semua; baik dimakan maupun melarikan diri.

Lalu sang raja mendapat luka di kakinya yang tak bisa sembuh lagi dan iapun menjadi raksasa dan tinggal di hutan. Sang raja memiliki kaul akan mempersembahkan raja kepada batara Kala jika dia bisa sembuh dari penyakitnya ini. Sang Sutasoma diminta oleh para pendeta untuk membunuh raja ini tetapi ia tidak mau, sampai-sampai dewi Pretiwi keluar dan memohonnya. Tetapi tetap saja ia tidak mau, ingin bertapa saja.

Maka berjalanlah ia lagi. Di tengah jalan syahdan ia berjumpa dengan seorang raksasa ganas berkepala gajah yang memangsa manusia. Sang Sutasoma hendak dijadikan mangsanya. Tetapi ia melawan dan si raksasa terjatuh di tanah, tertimpa Sutasoma. Terasa seakan-akan tertimpa gunung.

Si raksasa menyerah dan ia mendapat khotbah dari Sutasoma tentang agama Buddha bahwa orang tidak boleh membunuh sesama makhluk hidup. Lalu si raksasa menjadi muridnya. Lalu sang pangeran berjalan lagi dan bertemu dengan seekor naga. Naga ini lalu dikalahkannya dan menjadi muridnya pula. Maka akhirnya sang pangeran menjumpai seekor harimau betina yang lapar. Harimau ini memangsa anaknya sendiri.

Tetapi hal ini dicegah oleh sang Sutasoma dan diberinya alasan-alasan. Tetapi sang harimau tetap saja bersikeras. Akhirnya Sutasoma menawarkan dirinya saja untuk dimakan. Lalu iapun diterkamnya dan dihisap darahnya. Sungguh segar dan nikmat rasanya. Tetapi setelah itu si harimau betina sadar akan perbuatan buruknya dan iapun menangis, menyesal. Lalu datanglah batara Indra dan Sutasoma dihidupkan lagi.

Lalu harimaupun menjadi pengikutnya pula. Maka berjalanlah mereka lagi. Hatta tatkala itu, sedang berperanglah sang Kalmasapada melawan raja Dasabahu, masih sepupu Sutasoma.

Secara tidak sengaja ia menjumpai Sutasoma dan diajaknya pulang, ia akan dikawinkan dengan anaknya. Lalu iapun ber kawinlah dan pulang ke Hastina. Ia mempunyai anak dan dinobatkan menjadi prabu Sutasoma. Maka diceritakanlah lagi sang Purusada. Ia sudah mengumpulkan raja untuk dipersembahkan kepada batara Kala , tetapi batara Kala tidak mau memakan mereka.

Ia ingin menyantap prabu Sutasoma. Lalu Purusada memeranginya dan karena Sutasoma tidak melawan, maka dia berhasil ditangkap. Setelah itu dia dipersembahkan kepada batara Kala. Sutasoma bersedia dimakan asal ke raja itu semua dilepaskan. Purusada menjadi terharu mendengarkannya dan iapun ber tobat. Semua raja dilepaskan. Petikan dari kakawin ini[ sunting sunting sumber ] Di bawah ini diberikan beberapa contoh petikan dari kakawin ini bersama dengan terjemahannya.

Yang diberikan contohnya adalah manggala , penutup dan sebuah petikan penting. Manggala[ sunting sunting sumber ] Pada Kakawin Sutasoma terdapat sebuah manggala.

Jika dia metampakkan dirinya, maka hal ini keluar dalam samadi sang Boddhacitta dan bersemayam di dalam benak. Lalu beberapa yuga disebut di mana Brahma , Wisnu dan Siwa melindungi. Maka sekarang datanglah Kaliyuga di mana sang Buddha datang ke dunia untuk membinasakan kekuasaan jahat.

Manggala 1 a. Nikmat dan murni teguh di hati, menguasai semuanya bagai kahyangan agung. Ia adalah titisan Pelindung tunggal yang menganugrahi kehidupan kepada tri buwana — bumi, langit dan sorga — seru sekalian alam.

Bagaikan terang bulan dan matahari sifat yang keluar dari batin orang yang telah sadar. Ia yang diterangi, yang manunggal dengan Tuhan, memang benar-benar Raja kaum Yogi yang berhasil. Perwujudan segala ilmu Kasunyatan baik kasar ataupun halus, diajikan dalam sebuah doa dan puja yang khusyuk. Singkatnya, mari mencari-Nya dengan betul dalam hati, didukung dengan yoga dan samadi penuh.

Persis bagaikan seseorang yang merana hatinya merasakan rasa kemurnian Yang Tak Bisa Dibayangkan. Maka itulah ketentraman hati yang dituju seorang yogi sempurna. Biarkan aku memuja dengan kemurnian dan kebaktian tak tertara sebagai sarana untuk menulis syair indah. Mustahil aku akan berhasil menulis kakawin sebab tiada tahu akan tatacara bersastra. Namun, sungguh malu dan terganggu oleh pikiran akan sebuah penyair sempurna di ibu kota.

Pertama dari semua cerita yang saya gubah diturunkan dari kisah-kisah sang Buddha. Dahulukala ketika dwapara-, treta- dan kretayuga, dia merupakan perwujudan segala bentuk dharma. Tiada lain sang hyang Brahma, Wisnu dan Siwa. Semuanya menjadi raja-raja di Mercapada dunia fana. Dan sekarang pada masa Kaliyuga, Sri Jinapati turun di sini untuk menghancurkan kejahatan dan keburukan.

Pupuh penutup adalah pupuh nomor Epilog 1 a. Maka inilah akhir dari sebuah cerita indah dan digubah dari kisah sang Buddha. Oleh seorang penyair bernama mpu Tantular yang menggubah kakawin indah. Termasyhur di dunia dengan nama Purusadasanta pasifikasi raja Purusada. Semoga semua yang mendengarkan, membaca dan menyalin akan panjang umurnya.

Hancur lebur para durjana, tak berdaya, gemetar, takut karena ngeri. Oleh Sri Rajasa yang bertakhta di Jawa. Para abdinya berhati murni dan melaksanakan segala perintahnya tanpa salah. Sungguh banyak para pahlawan unggul, jumlahnya ada ribuan yang memberikan rasa takut kepada para musuh.

Indahlah laut dan gunung di bawah penguasaannya. Banyaklah jumlah para penyair, tua dan muda yang menggubah nyanyian dan kakawin yang menghadap sang ratu. Bagaikan Dewa Candra kekuasaannya menyinari dunia. Berbeda dengan karyaku bagaikan gajah yang terbang di atas tanah. Mustahillah menyamai karena orang bodoh yang seolah-olah menulis kakawin indah.

Seperti seseorang yang bingung mengenai kewajiban seorang penyair tidak mengenal peraturan bersyair. Namun Sri Ranamanggala juga yang menjadi panutanku. Berbeda-beda manunggal menjadi satu, tidak ada kebenaran yang mendua. Penggubah dan masa penggubahan[ sunting sunting sumber ] Kakawin Sutasoma digubah oleh mpu Tantular pada masa keemasan Majapahit di bawah kekuasaan prabu Rajasanagara atau raja Hayam Wuruk.

Tidak diketahui secara pasti kapan karya sastra ini digubah. Oleh para pakar diperkirakan kakawin ini ditulis antara tahun dan Tahun adalah tahun diselesaikannya kakawin Nagarakretagama sementara pada tahun , raja Hayam Wuruk mangkat.

GALSKI RAT PDF

Melihat 'Kitab' Sutasoma, Asal Muasal 'Bhinneka Tunggal Ika'

Ikhtisar isi[ sunting sunting sumber ] Hiasan emas dari masa Majapahit yang menggambarkan Sutasoma digendong Kalmasapada Calon Buddha Bodhisattva dilahirkan kembali sebagai Sutasoma, putra Raja Hastinapura , prabu Mahaketu. Setelah dewasa Sutasoma sangat rajin beribadah, cinta akan agama Buddha. Ia tidak senang akan dinikahkan dan dinobatkan menjadi raja. Maka pada suatu malam, sang Sutasoma melarikan diri dari negara Hastina. Maka setelah kepergian sang pangeran diketahui, timbullah huru-hara di istana, sang raja beserta sang permaisuri sangat sedih, lalu dihibur oleh orang banyak. Setibanya di hutan, sang pangeran ber sembahyang dalam sebuah kuil. Maka datanglah dewi Widyukarali yang bersabda bahwa sembahyang sang pangeran telah diterima dan dikabulkan.

THE DILEMMA OF A GHOST AND ANOWA PDF

Kakawin Sutasoma

Berikut ini terdapat beberapa kitab peninggalan kerajaan majapahit, yaitu sebagai berikut: Kitab Negarakertagama Warisan pertama kerajaan Majapahit yang terkenal adalah Kitab Negarakertagama. Buku ini ditulis oleh Empu Prapanca. Isi buku ini menceritakan tentang kondisi kota Trowulan, Kerajaan Majapahit dan koloninya dan kisah perjalanan Raja Hayam Wuruk di sekitar wilayahnya. Ia juga menceritakan tentang diadakannya upacara Sradda untuk Gayatri, tentang pemerintahan dan kehidupan beragama di Zaman Majapahit. Isi buku ini bercerita tentang Sutasoma, seorang putra raja yang keluar dari istana untuk menjadi seorang pendeta Budha. Dia mengorbankan dirinya untuk membantu orang yang membutuhkan bantuan atau kesulitan. Kitab Kunjarakarna Isi buku ini bercerita tentang seorang raksasa yang ingin menjadi Manusia.

LA VIDA MISTICA DE JESUS SYLVIA BROWNE PDF

Kitab Peninggalan Kerajaan Majapahit

Summary[ edit ] Figure of gold from the Majapahit period representing Sutasoma being borne by the man-eater Kalmasapada Buddha-to-be Bodhisattva was reincarnated as Sutasoma, the son of the King of Hastinapura. As an adult, he was very pious and devout, and did not wish to be married and crowned king. So one night, Sutasoma fled from Hastinapura. When he arrived in the forest, the noble Lord Sutasoma prayed in a shrine. The Goddess Widyukarali appeared before him and told him that his prayers had been heard and would be granted. Lord Sutasoma then climbed into the Himalaya mountains in the company of several holy men.

2SK2645 PDF

Ringkasan Kitab Sutasoma yang Perlu Kalian Ketahui!

Dave Nikki Kitab Sutasoma Menurut dr. Dharma, Kitab Sutasoma merupakan karya Mpu Tantular. Adapun ringkasan dari kitab Sutasoma ini adalah sebagai berikut : Dikisahkan Sanghyang Buddha yang menitis pada putra Prabu Mahaketu, raja Hastina, yang bernama Raden Sotasoma. Setelah dewasa dia sangat rajin beribadah cinta akan agama Buddha Mahayana. Dia tidak mau dikawinkan dan dinobatkan menjadi raja. Pada suatu malam dia meloloskan diri dari kerajaan, pintu-pintu yang sedang tertutup dengan sendirinya menjadi terbuka untuk memberi jalan keluar pada prabu Sutasoma.

Related Articles