MAJALAH HOTGAME PDF

Community Post merupakan wadah bagi para profesional yang senang membuat konten, untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman seputar ekosistem startup, teknologi, dan profesional. Apakah karena akses internet di rumah membuat majalah tersebut tidak relevan lagi buat kebutuhan informasi saya? Bisa jadi demikian. Ultima Duta yang jauh lebih menarik dari segi pengemasan. Lalu ada juga majalah Game Station yang memiliki penyajian konten paling unik, lengkap dengan karakter editorialnya seperti KSH Kesatria Sarung Hitam , ratu bedak, Sir Maul, dan kawan-kawan yang menambah semarak artikel di majalah mereka.

Author:Satilar Dusida
Country:Vietnam
Language:English (Spanish)
Genre:Medical
Published (Last):21 June 2012
Pages:180
PDF File Size:9.50 Mb
ePub File Size:1.89 Mb
ISBN:733-5-58361-205-8
Downloads:66011
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Faem



Lapor Hansip 7 Raja Media di Indonesia Media dewasa ini sangat berperan sebagai pengontrol opini masyarakat untuk kepentingan pihak-pihak tertentu yang ingin berkuasa. Dia bagai dua mata sebuah pedang yang bisa digunakan untuk membangun atau menghancurkan.

Fenomena ini membuat siapapun yang mampu menguasai media informasi akan memiliki power yang besar untuk menguasai serta mengarahkan cara pandang masyarakat luas. Sehingga tak heran jika kekuasaan media kini bahkan boleh dibilang lebih kuat dari pemerintah sekalipun.

Berikut adalah 7 raja yang menguasai media-media di Indonesia : 1. Jacob Oetama Dr. HC Jacob Oetama tergolong low profile dan jarang diekspos. Jacob Oetama lahir di Magelang, 27 September Karir jurnalistiknya dimulai ketika menjadi redaktur mingguan Penabur pada tahun K Ojong. Bersama P. K Ojong pula, pada tanggal 28 Juni Jacob mendirikan harian Kompas. Pada era an, Kompas Gramedia berkembang pesat, hingga akhirnya mampu mendirikan sejumlah anak perusahaan seperti yang telah saya sebutkan tadi.

Hary Tanoesudibjo Kepiawaian Hary dalam berbisnis telah terlihat sejak dia masih duduk di bangku kuliah di Toronto, Kanada. Di sana, dia kerap bermain di bursa saham dan berkenalan dengan banyak investor handal. Pria kelahiran 26 September ini kemudian banyak terlibat dalam kegiatan investment banking, serta aksi merger dan akuisisi. Perusahaan-perusahaan yang bermasalah diambil alihnya, kemudian diperbaiki dan dijual kembali.

Hary juga pintar dalam membaca peluang serta mencari sumber dana. Aksi akuisisinya tidak dilakukan dengan modal sendiri, melainkan dengan cara mencari dana dari publik melalui konsorsium ataupun penawaran saham. Tahun , Hary bergabung dengan Bimantara Citra atau Global Mediacom dan kemudian menjadi presiden direkturnya Group Executive Chairman hingga sekarang. Di samping itu, Hary juga menjabat sebagai komisaris Indovision.

Gaya khasnya yang suka memakai sepatu kets ke manapun, tampil apa adanya, dan doyan bicara blak-blakan membuat makin banyak orang yang mengidolainya. Karir jurnalisnya dimulai ketika menjadi calon reporter di sebuah surat kabar kecil di Samarinda, pada tahun Tahun dia pindah bergabung menjadi wartawan di majalah Tempo. Tahun , Dahlan Iskan mulai memimpin surat kabar Jawa Pos.

Harian yang waktu itu hampir mati karena hanya beroplah 6. Lima tahun berselang, Jawa Pos News Network JPNN dibentuk dan menjadi salah satu jaringan surat kabar terbesar di Indonesia yang memiliki 80 surat kabar, tabloid, dan majalah, serta 40 jaringan percetakan di seluruh Indonesia.

Saat itu ia berbisnis kecil-kecilan dengan berdagang buku kuliah, kaos, serta membuka usaha fotokopi di kampusnya. Dia juga sempat membuka toko alat-alat kedokteran dan laboratorium di daerah Senen, tapi usaha itu bangkrut. Kegagalan itu memberinya pelajaran, hingga ketika lulus kuliah, Chairul sempat mendirikan PT Pariarti Sindhutama bersama 3 rekannya, yang usahanya memproduksi sepatu anak-anak untuk ekspor.

Usaha ini terbilang sukses, hingga ia melebarkan bisnisnya ke industri genting, sandal, dan properti. Perbedaan visi kemudian membuat 2 rekan Chairul mengundurkan diri, dan dia harus menjalankan bisnisnya sendiri. Chairul kemudian mengakuisisi sebuah bank yang nyaris pailit, Bank Tugu. Chairul yang pernah belajar dari kegagalan, mampu mengubah bank tersebut kini menjadi Bank Mega yang memiliki omset di atas Rp 1 triliun. Bisnis Chairul makin meluas kebidang properti, keuangan, dan multimedia, hingga dia kemudian mendirikan Para Group.

Sembari bersekolah, dia berdagang teh, ikan asin, karung goni, dan lain-lain. Pada saat yang bersamaan, Surya juga dipercaya menjadi direktur utama sebuah PT distributor mobil Ford dan Volkswagen di Medan. Kemudian pada ditunjuk pula menjadi kuasa usaha hotel Ika Darroy Aceh. Pria kelahiran Aceh 16 Juli ini kemudian merantau ke Jakarta pada untuk mulai berbisnis di sana.

Sejak saat itu pula dia mulai terjun ke dunia publishing, antara lain dengan memimpin surat kabar Prioritas. Surya Paloh semakin mengembangkan bisnis medianya itu dengan membentuk Media Group, termasuk di dalamnya mendirikan stasiun tv Metro TV pada 25 Oktober , yang merupakan stasiun tv berita pertama di Indonesia. Selain bisnis, Surya juga aktif di dunia politik, termasuk mendirikan partai baru Nasional Demokrat. Di partai ini dia bersinergi dengan raja media lain, Hary Tanoesudibjo yang berhasil membawa partai ini menjadi satu-satunya partai baru yang lolos verifikasi KPU untuk pemilu walau akhirnya harus berpisah karena adanya perbedaan kepentingan diantara keduanya.

Selepas menyelesaikan kuliah di Fakultas Elektro Institut Teknologi Bandung pada , Ical memilih fokus mengembangkan perusahaan keluarga, dan terakhir sebelum menjadi anggota kabinet, dia memimpin Kelompok Usaha Bakrie Dia menguasai media di Indonesia melalui anak sulungnya Anindya Bakrie, atau biasa dipanggil Anin.

Sumber :.

EL BARBERO DE SVILLE BEAUMARCHAIS PDF

majalah yang kamu baca saat SD dulu?

.

ENCEFALITIS HERPETICA PDF

HotgameMagazine.com

.

CAFFENOL COOKBOOK PDF

7 Raja Media di Indonesia

.

Related Articles