KASUS SIPADAN DAN LIGITAN PDF

Kronologi sengketa[ sunting sunting sumber ] Persengketaan antara Indonesia dengan Malaysia, mencuat pada tahun ketika dalam pertemuan teknis hukum laut antara kedua negara, masing-masing negara ternyata memasukkan pulau Sipadan dan pulau Ligitan ke dalam batas-batas wilayahnya. Kedua negara lalu sepakat agar Sipadan dan Ligitan dinyatakan dalam keadaan status status quo akan tetapi ternyata pengertian ini berbeda. Ini, gara-gara di dua pulau kecil yang terletak di Laut Sulawesi itu dibangun cottage. Di atas Sipadan, pulau yang luasnya hanya 4 km2 itu, siap menanti wisatawan. Pengusaha Malaysia telah menambah jumlah penginapan menjadi hampir 20 buah.

Author:Malalkis Zulkiran
Country:Republic of Macedonia
Language:English (Spanish)
Genre:Sex
Published (Last):9 July 2004
Pages:454
PDF File Size:5.33 Mb
ePub File Size:8.78 Mb
ISBN:476-6-31981-244-3
Downloads:23652
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Sajora



Sikap Indonesia semula ingin membawa masalah ini melalui Dewan Tinggi ASEAN namun akhirnya sepakat untuk menyelesaikan sengketa ini melalui jalur hukum Mahkamah Internasional Kronologi sengketa Persengketaan antara Indonesia dengan Malaysia, mencuat pada tahun ketika dalam pertemuan teknis hukum laut antara kedua negara, masing-masing negara ternyata memasukkan pulau Sipadan dan pulau Ligitan ke dalam batas-batas wilayahnya.

Kedua negara lalu sepakat agar Sipadan dan Ligitan dinyatakan dalam keadaan status status quo akan tetapi ternyata pengertian ini berbeda. Sedangkan Malaysia malah membangun resort di sana.

Sipadan dan Ligitan tiba-tiba menjadi berita, awal bulan lalu. Ini, gara-gara di dua pulau kecil yang terletak di Laut Sulawesi itu dibangun cottage. Di atas Sipadan, pulau yang luasnya hanya 4 km2 itu, kini, siap menanti wisatawan. Pengusaha Malaysia telah menambah jumlah penginapan menjadi hampir 20 buah.

Dari jumlahnya, fasilitas pariwisata itu memang belum bisa disebut memadai. Tapi pemerintah Indonesia, yang juga merasa memiliki pulau-pulau itu, segera mengirim protes ke Kuala Lumpur, minta agar pembangunan di sana disetop dahulu.

Alasannya, Sipadan dan Ligitan itu masih dalam sengketa, belum diputus siapa pemiliknya. Pihak Malaysia pada tahun lalu menempatkan sepasukan polisi hutan setara Brimob melakukan pengusiran semua warga negara Indonesia serta meminta pihak Indonesia untuk mencabut klaim atas kedua pulau.

Dalam kunjungannya ke Kuala Lumpur pada tanggal 7 Oktober , Presiden Soeharto akhirnya menyetujui usulan PM Mahathir tersebut yang pernah diusulkan pula oleh Mensesneg Moerdiono dan Wakil PM Anwar Ibrahim, dibuatkan kesepakatan "Final and Binding," pada tanggal 31 Mei , kedua negara menandatangani persetujuan tersebut.

Indonesia meratifikasi pada tanggal 29 Desember dengan Keppres Nomor 49 Tahun demikian pula Malaysia meratifikasi pada 19 November Hasilnya, dalam voting di lembaga itu, Malaysia dimenangkan oleh 16 hakim, sementara hanya 1 orang yang berpihak kepada Indonesia.

Dari 17 hakim itu, 15 merupakan hakim tetap dari MI, sementara satu hakim merupakan pilihan Malaysia dan satu lagi dipilih oleh Indonesia. Kemenangan Malaysia, oleh karena berdasarkan pertimbangan effectivity tanpa memutuskan pada pertanyaan dari perairan teritorial dan batas-batas maritim , yaitu pemerintah Inggris penjajah Malaysia telah melakukan tindakan administratif secara nyata berupa penerbitan ordonansi perlindungan satwa burung, pungutan pajak terhadap pengumpulan telur penyu sejak tahun , dan operasi mercu suar sejak an.

Sementara itu, kegiatan pariwisata yang dilakukan Malaysia tidak menjadi pertimbangan, serta penolakan berdasarkan chain of title rangkaian kepemilikan dari Sultan Sulu akan tetapi gagal dalam menentukan batas di perbatasan laut antara Malaysia dan Indonesia di selat Makassar.

Namun kita seharusnya juga tidak serta merta menyalahkan siapapun dalam hal ini, karena kita harus tahu juga duduk perkaranya, sejarah sengketa dan kepemilikan awal. Toh nyatanya hal ini sudah dimulai sejak , begitu konflik Indonesia-Malaysia berakhir, dan Soeharto yang saat itu berkuasa, terkesan membiarkan. Pada era Soeharto jugalah Malaysia mengadali Indonesia. Kasus Sipadan-Ligitan pernah jadi tolak ukur diplomat-diplomat kita yang gagal, padahal di era perjuangan kemerdekaan, diplomat-diplomat kita adalah diplomat-diplomat yang handal dalam berdebat dan berargumen.

Tapi, argumentasi Indonesia bahwa Sipadan-Ligitan merupakan bagian dari Kesultanan Wuluhan juga tidak diakui. Dalam kaitan itu, Malaysia akhirnya dapat membuktikan bahwa Inggris paling awal masuk Sipadan-Ligitan dengan bukti berupa mercusuar dan konservasi penyu, sedangkan Belanda hanya terbukti pernah masuk ke Sipadan-Ligitan, tetapi singgah sebentar tanpa melakukan apa pun.

Menteri yang menyelesaikan program doktornya di Virginia School of Law, Charlottesville, Amerika Serikat, itu menambahkan bahwa Indonesia saat ini memang memiliki batas laut dengan 10 negara dan batas darat dengan tiga negara Malaysia, Timor Leste, dan Papua Niugini.

Karena itu, bila penyelesaiannya lama, bukan berarti kita enggak serius atau lembek," katanya. Dalam sesi dialog, mahasiswa dan dosen banyak bertanya tentang sengketa Blok Ambalat dan diplomasi yang sudah dilakukan Indonesia, serta perjanjian Indonesia-Singapura terkait reklamasi pantai yang menjorok ke Indonesia. Begitu juga dengan Papua yang wilayah jajahan Belanda, maka masuk dalam wilayah Indonesia secara mutlak!

Namun, kalau merujuk pada citra satelit, maka Sipadan dan Ligitan masuk wilayah Indonesia. Tapi ini tidak berarti apa-apa, sebab Timor-Timur berada pada wilayah Indonesia, sementara Timor-Timur adalah jajahan kolonial Portugis atau Portugal. Lalu mengapa saat tahun , Soeharto terkesan membiarkan Malaysia menguasai Sipadan-Ligitan? Alasannya karena Soeharto lebih fokus terhadap Freeport! Lagipula Soeharto lah yang menghentikan konfrontasi Indonesia-Malaysia. Nasionalisme itu penting!

Nasionalisme adalah modal dasar untuk membangun sebuah bangsa! Namun slogan nasionalisme menjadi semu manakala sudah dibumbui dengan caci-maki tanpa dasar dan tanpa logika!

KIA431 DATASHEET PDF

Sengketa Sipadan dan Ligitan

Namun hingga hari ini, masih banyak yang belum memahami ataupun juga tidak mau memahami duduk perkara dari sengketa tersebut sehingga kesalahpahaman mengenai kasus Ligitan-Sipadan tidak terelakkan. Persidangan di Mahkamah Internasional dalam perkara Qatar v. Jarak antara kedua pulau tersebut berkisar sekitar 15,5 mil laut. Pulau Sipadan memiliki luas yang sedikit lebih besar daripada Pulau Ligitan.

EPITEZAN BULA PDF

Malaysia Memenangkan Sengketa Sipadan dan Ligitan

Sikap Indonesia semula ingin membawa masalah ini melalui Dewan Tinggi ASEAN namun akhirnya sepakat untuk menyelesaikan sengketa ini melalui jalur hukum Mahkamah Internasional Kronologi sengketa Persengketaan antara Indonesia dengan Malaysia, mencuat pada tahun ketika dalam pertemuan teknis hukum laut antara kedua negara, masing-masing negara ternyata memasukkan pulau Sipadan dan pulau Ligitan ke dalam batas-batas wilayahnya. Kedua negara lalu sepakat agar Sipadan dan Ligitan dinyatakan dalam keadaan status status quo akan tetapi ternyata pengertian ini berbeda. Sedangkan Malaysia malah membangun resort di sana. Sipadan dan Ligitan tiba-tiba menjadi berita, awal bulan lalu. Ini, gara-gara di dua pulau kecil yang terletak di Laut Sulawesi itu dibangun cottage. Di atas Sipadan, pulau yang luasnya hanya 4 km2 itu, kini, siap menanti wisatawan. Pengusaha Malaysia telah menambah jumlah penginapan menjadi hampir 20 buah.

Related Articles